BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kanker merupakan masalah paling utama dalam
bidang kedokteran dan merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian utama di
dunia serta merupakan penyakit keganasan yang bisa mengakibatkan kematian pada
penderitanya karena sel kanker merusak sel lain. Sel kanker adalah sel normal
yang mengalami mutasi/perubahan genetik dan tumbuh tanpa terkoordinasi dengan
sel-sel tubuh lain. Proses pembentukan kanker (karsinogenesis) merupakan
kejadian somatik dan sejak lama diduga disebabkan karena akumulasi perubahan
genetik dan epigenetik yang menyebabkan perubahan pengaturan normal kontrol
molekuler perkembang biakan sel. Perubahan genetik tersebut dapat berupa
aktivasi proto-onkogen dan inaktivasi gen penekan tumor yang dapat memicu
tumorigenesis dan memperbesar progresinya. Kanker paru-paru berasal dari
jaringan paru-paru, biasanya dari lapisan sel di saluran udara. Dua jenis utama
kanker ini adalah kanker paru-paru sel kecil dan kanker paru-paru bukan sel
kecil. Jenis kanker ini didiagnosis berdasarkan bentuk sel di bawah mikroskop.
Lebih dari 80% dari semua kanker paru-paru termasuk dalam jenis kanker bukan
sel kecil. Ada 3 subtipe utama dari kanker paru-paru bukan sel kecil, yaitu
adenocarcinoma, carcinoma sel squamosa dan carcinoma sel besar.
Kanker paru-paru dalam arti luas adalah
semua penyakit keganasan di paru-paru, mencakup keganasan yang berasal dari
paru-paru itu sendiri maupun keganasan dari luar paru-paru (metastasis tumor di
paru-paru). Dalam pedoman penatalaksanaan ini yang dimaksud dengan kanker paru
ialah kanker paru primer, yakni tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus
atau karsinoma bronkus (bronchogenic carcinoma).
Pengobatan atau penatalaksaan penyakit ini
sangat bergantung pada kecekatan ahli paru untuk mendapatkan diagnosis pasti.
Penemuan kanker paru pada stadium dini akan sangat membantu penderita, dan
penemuan diagnosis dalam waktu yang lebih cepat memungkinkan penderita
memperoleh kualitas hidup yang lebih baik dalam perjalanan penyakitnya meskipun
tidak dapat menyembuhkannya.
Penderita kanker paru yang mengetahui
dirinya mengidap kanker dapat menjadi stres dan merasa ia cepat mati dalam
keadaan yang menyedihkan, ia juga merasa dirinya tidak berguna lagi untuk hidup
yang hanya memberatkan beban keluarganya.Depresi mental yang dihadapi penderita
kanker dan juga keluarganya umumnya disebabkan kurang pengertiannya terhadap
kanker atau karena salah persepsi akan penyakit kanker paru itu. Untuk
mengatasi depresi mental itu, perlu penderita dan keluarganya diberi bimbingan
mental dan penyuluhan tentang penyakit kanker itu.
1.2 Pernyataan
Masalah ( Problem Statement)
Kanker
paru-paru adalah salah satu jenis penyakit paru-paru yang memerlukan penanganan
dan tindakan yang cepat dan terarah. Penegakan diagnosis penyakit ini membutuhkan
ketrampilan dan sarana yang tidak sederhana dan memerlukan pendekatan
multidisiplin kedokteran. Penyakit ini membutuhkan kerja sama yang erat dan
terpadu antara ahli paru dengan ahli radiologi diagnostik, ahli patologi
anatomi, ahli radiologi terapi dan ahli bedah toraks, ahli rehabilitasi medik
dan ahli-ahli lainnya.
|
PROBLEM ANALISIS
|
|
Tingginya angka seseorang
yang terkena penyakit kanker paru-paru
|
|
Kurangnya
konsultasi/cek-up kepada dokter spesialis secara rutin
|
|
Sifat
malas dalam berolahraga
|
|
Akibat
polusi udara dan mengkonsumsi rokok
|
|
Standar
keuangan yang tidak mampu
|
|
Menganggap
tidak penting hal tersebut/hanya membuang waktu.
|
|
Kurangnya sifat
perilaku/tindakan untuk mencegah penyakit tersebut
|
|
Kepedulian
pemerintah yang kurang terhadap kesehatan
masyarakat
|
|
Kurangnya perhatian orang tua untuk menjaga paru-paru
|
|
Kurangnya
kesadaran lingkungan masyarakat di sekitarnya
|
|
Kurangnya
Pengetahuan orang tua untuk menjaga kesehatan anak-anak mereka.
|
|
Kurangnya
sifat simpatik dan himbauan untuk
menjaga kesehatan
|
|
Pemerintah
tak ingin ikut campur dalam masalah tersebut.
|
1.2.2. Objective Analysis
|
Pemerintah
tidak ikut untuk berpartisipasi dalam pemeliharaan kesehatan menjaga paru-paru
|
|
Pemerintah
kurang memperhatikan masalah-masalah tentang penyakit paru-paru
|
|
Kesadaran
orangtua untuk menjaga kesehatan paru-paru
|
|
Pengetahuan
orangtua untuk menjaga kesehatan paru-paru mereka dan anak-anak mereka
|
|
Kurangnya
konsultasi/cek-up kepada dokter spesialis secara rutin
|
|
Konsultasi/cek-up
kepada dokter spesialis paru-paru semakin menurun
|
|
Faktor
ekonomi yang tidak mampu
|
|
Lebih
mementingkan pekerjaan dengan penuh
kesibukan
|
|
Tergerak untuk melakukan
tindakan pencegahan pemeliharaan
penyakit paru-paru
|
|
Teliti
dalam mengkonsumsi makanan
|
|
Rajin
mekakukan olahraga pagi dan sore hari
|
|
Kesadaran
lingkungan masyarakat dan bimbingan disekolah untuk melakukan
pencegahan serta pemeliharaan
penyakit tersebut
|
|
Adanya inisiatif dari lingkungan masyarakat dan
sekolah untuk menjaga kesehatan mereka
|
1.2.3. Alternative Analysis
|
Adanya
program gratis dari pemerintah untuk melakukan tindakan pencegahan/pemeliharaan
kesehatan
|
|
Tindakan konsultasi/cek-up
kepada dokter spesialis paru-paru semakin meningkat
|
|
Kesadaran
lingkungan masyarakat dan bimbingan disekolah untuk melakukan
pencegahan serta pemeliharaan
penyakit tersebut
|
|
Adanya inisiatif dari lingkungan masyarakat dan
sekolah untuk menjaga kesehatan mereka
|
|
Rajin
mekakukan olahraga pagi dan sore hari
|
|
Teliti
dalam mengkonsumsi makanan
|
|
Adanya
layanan secara gratis bagi orang tak mampu(askes)
|
|
Orangtua
dan anak sadar pentingnya menjaga kesehatan dengan melakukan konsul itu
sangat penting
|
|
Kesadaran
orangtua untuk menjaga kesehatan paru-paru
|
|
Pengetahuan
orangtua untuk menjaga kesehatan paru-paru mereka dan anak-anak mereka
|
|
Kesadaran
pemerintah akan peduli dengan masyarakat untuk melakukan pencegahan dan
pemeliharaan kesehatan
|
|
Konsultasi/cek-up
kepada dokter spesialis paru-paru
semakin menurun
|
1.1 Tujuan
Sesuai
dengan permasalahan di atas, tujuan yang dicapai dalam penelitian adalah:
- Bagaimana cara meningkatkan
kesehatan masyarakat
- Mengetahui jenis-jenis kanker
paru-paru pada manusia.
- Mengetahui sebab-akibat penyakit
kanker paru-paru.
·
Dengan mempelajari penyakit kanker
paru-paru, kita dapat mengenal hal-hal
sebagai berikut:
Penyebab utama dalam kanker paru-paru adalah asap rokok yang
mengandung banyak zat beracun dan dihisap masuk ke paru-paru dan telah
terakumulasi selama puluhan tahun menyebabkan mutasi pada sel saluran napas dan
menyebabkan terjadinya sel kanker. Kini kasus kanker paru-paru pada pria dan wanita
berkisar 70% . Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar risiko untuk
menderita kanker paru-paru.Penyebab lain adalah radiasi radio aktif, bahan
kimia beracun, stres atau faktor keturunan. Penyebab lain adalah radiasi radio
aktif, bahan kimia beracun, stres atau faktor keturunan.
Penyakit kanker juga bisa menyebabkan bunyi mengi karena
terjadi penyempitan saluran udara di dalam atau di sekitar tempat tumbuhnya
kanker. Gejala yang timbul kemudian adalah hilangnya nafsu makan, penurunan
berat badan dan kelemahan. Kanker paru-paru seringkali menyebabkan penimbunan
cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura), sehingga penderita mengalami
sesak nafas. Jika kanker menyebar di dalam paru-paru, bisa terjadi sesak nafas
yang hebat, kadar oksigen darah yang rendah dan gagal jantung.
Selain itu kanker juga bisa tumbuh ke dalam saraf tertentu di leher, menyebabkan terjadinya sindroma Horner, yang terdiri dari:
- penutupan kelopak mata
- pupil yang kecil
- mata cekung
- berkurangnya keringat di salah satu sisi wajah.
Kanker di puncak paru-paru bisa tumbuh ke dalam saraf yang menuju ke lengan sehingga lengan terasa nyeri, mati rasa dan lemah. Kerusakan juga bisa terjadi pada saraf pita suara sehingga suara penderita menjadi serak. Kanker paru-paru juga bisa menyebar melalui aliran darah menuju ke hati, otak, kelenjar adrenal dan tulang. Hal ini bisa terjadi pada stadium awal, terutama pada karsinoma sel kecil. Gejalanya berupa gagal hati, kebingungan, kejang dan nyeri tulang; yang bisa timbul sebelum terjadinya berbagai kelainan paru-paru, sehingga diagnosis dini sulit ditegakkan.
Selain itu kanker juga bisa tumbuh ke dalam saraf tertentu di leher, menyebabkan terjadinya sindroma Horner, yang terdiri dari:
- penutupan kelopak mata
- pupil yang kecil
- mata cekung
- berkurangnya keringat di salah satu sisi wajah.
Kanker di puncak paru-paru bisa tumbuh ke dalam saraf yang menuju ke lengan sehingga lengan terasa nyeri, mati rasa dan lemah. Kerusakan juga bisa terjadi pada saraf pita suara sehingga suara penderita menjadi serak. Kanker paru-paru juga bisa menyebar melalui aliran darah menuju ke hati, otak, kelenjar adrenal dan tulang. Hal ini bisa terjadi pada stadium awal, terutama pada karsinoma sel kecil. Gejalanya berupa gagal hati, kebingungan, kejang dan nyeri tulang; yang bisa timbul sebelum terjadinya berbagai kelainan paru-paru, sehingga diagnosis dini sulit ditegakkan.
BAB II
Kajian Teori
·
Kanker Paru-paru
Penyakit kanker
paru-paru adalah sebuah bentuk perkembangan sel yang sangat cepat
(abnormal) didalam jaringan paru yang disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan
sell atau ekspansi dari sell itu sendiri. Jika dibiarkan pertumbuhan yang
abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun
yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak.Penyakit kanker paru-paru adalah
sebuah bentuk perkembangan sell yang sangat cepat (abnormal) didalam jaringan
paru yang disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan sell atau ekspansi dari
sell itu sendiri. Jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar
ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang,
hati, atau otak. Penyakit Kanker Paru-paru tergolong dalam penyakit kanker yang mematikan, baik bagi pria
maupun wanita. Dibandingkan dengan jenis penyakit kanker lainnya, seperti
kanker prostat, kanker usus, dan kanker payudara. Kadang kanker paru-paru (terutama adenokarsinoma dan
karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki
jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan
fibrosis. Kanker paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru,
mencakup keganasan yang berasal dari paru sendiri (primer) dan metastasis tumor
di paru. Metastasis tumor di paru adalah tumor yang tumbuh sebagai akibat
penyebaran (metastasis) dari tumor primer organ lain. Definisi khusus
untuk kanker paru primer yakni tumor ganas yang berasal dari epitel
bronkus. Meskipun jarang dapat ditemukan kanker
paru primer yang bukan berasal dari epitel bronkus misalnya bronchial gland
tumor. Tumor paru jinak yang sering adalah hamartoma.
·
Jenis-Jenis
Kanker Paru
Ada dua jenis utama kanker paru, yang berperilaku berbeda dan memerlukan penanganan berbeda. Mereka adalah:
- Non Small Cell Lung Cancer (NSCLC), terbagi lagi :
Ada dua jenis utama kanker paru, yang berperilaku berbeda dan memerlukan penanganan berbeda. Mereka adalah:
- Non Small Cell Lung Cancer (NSCLC), terbagi lagi :
1.
Karsinoma squamosa:
jenis ini adalah jenis kanker paru paling umum. Hal ini berkembang dalam sel
yang menggarisi saluran udara. Jenis kanker ini seringkali disebabkan karena
rokok.
2.
Adenokarsinoma:
jenis ini berkembang dari sel-sel yang memproduksi lendir (dahak) pada
permukaan saluran udara (airways). Jenis kanker ini lebih umum.
3.
Karsinoma sel besar:
Bentuk sel kanker ini dibawah mikroskop sesuai namanya: sel sel bundar besar.
Sering disebut juga undifferentiated carcinoma. Faktor Resiko Kanker Paru, meliputi:
· Laki-laki
· Usia lebih dari 40 tahun
· Pengguna tembakau (perokok putih, kretek atau cerutu)
· Hidup dalam lingkungan asap tembakau (perokok pasif), radon
dan asbes
· Gejala Kanker Paru
Seseorang yang termasuk golongan risiko tinggi (GRT) jika mempunyai keluhan napas seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis paru.
Tanda dan gejala kanker paru membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat diketahui dan seringkali dikacaukan dengan gejala sakit pada umumnya.
Seseorang yang termasuk golongan risiko tinggi (GRT) jika mempunyai keluhan napas seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis paru.
Tanda dan gejala kanker paru membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat diketahui dan seringkali dikacaukan dengan gejala sakit pada umumnya.
1.
Sesak nafas
2.
Batuk yang tidak kunjung sembuh
(lebih dari 2 minggu)
3.
Bunyi menciut-ciut saat bernafas
pada bukan penderita asma
4.
Batuk berdarah
5.
Perubahan warna pada dahak dan
meningkatnya jumlah dahak
6.
Perubahan suara (menjadi serak) atau
suara kasar saat bernafas
7.
Kelelahan kronis dan penurunan berat
badan secara drastic
8.
Bengkak pada leher dan wajah
9.
Nyeri saat menarik nafas dalam-dalam
· Pengobatan Kanker Paru
Pengobatan kanker paru-paru biasanya mempertimbangkan aspek riwayat pasien, stadium kanker, serta kondisi kesehatan umum pasien.
Pengobatan kanker paru-paru biasanya mempertimbangkan aspek riwayat pasien, stadium kanker, serta kondisi kesehatan umum pasien.
· Pembedahan untuk Kanker Paru
Pembedahan dalam kanker paru-paru adalah tindakan pengangkatan jaringan tumor dan kelenjar getah bening di sekitarnya. Beberapa jenis pembedahan yang mungkin digunakan untuk mengobati NSCLC, antara lain:
- Pneumonectomy: seluruh paru-paru (kiri atau kanan) diangkat pada operasi ini
- Lobektomi: lobus paru-paru diangkat dalam operasi ini
- Segmentectomy atau reseksi baji: bagian dari suatu lobus diangkat dalam operasi ini
Pembedahan dalam kanker paru-paru adalah tindakan pengangkatan jaringan tumor dan kelenjar getah bening di sekitarnya. Beberapa jenis pembedahan yang mungkin digunakan untuk mengobati NSCLC, antara lain:
- Pneumonectomy: seluruh paru-paru (kiri atau kanan) diangkat pada operasi ini
- Lobektomi: lobus paru-paru diangkat dalam operasi ini
- Segmentectomy atau reseksi baji: bagian dari suatu lobus diangkat dalam operasi ini
· Ilustrasi pembedahan paru-paru (ada 3 ilustrasi)
Tindakan pembedahan memiliki angka kegagalan (death rate) sekitar 4,4% yang tergantung juga pada fungsi paru-paru pasien dan risiko lainnya.
Kadang pada kasus kanker paru stadium lanjut dimana banyaknya cairan terkumpul pada rongga dada (pleural effusion), dokter perlu membuat suatu lubang kecil pada dada untuk mengeluarkan cairan. Efek samping pembedahan yang mungkin timbul sesudah operasi, antara lain bronchitis kronis (terutama pada mantan perokok aktif).
2.1Hasil yang
diharapkan
Dari pembahasan penyakit kanker paru-paru ini, semoga
akan timbul kesadaran untuk memelihara kesehatan masing-masing,agar tidak mudah
terkena penyakit tersebut serta berupaya
untuk memberikan kondisi pada masyarakat yang memungkinkan penyakit kanker paru
tidak dapat berkembang karena tidak adanya peluang dan dukungan dari kebiasaan,
gaya hidup maupun kondisi lain yang merupakan faktor resiko untuk munculnya
penyakit kanker paru. Misalnya : menciptakan prakondisi dimana masyarakat
merasa bahwa merokok itu merupakan status kebiasaan yang tidak baik dan
masyarakat mampu bersikap positif untuk tidak merokok. Dengan dasar penemuan di
atas adalah wajar bahwa pencegahan utama kanker paru-paru berupa upaya
memberantas kebiasaan merokok. Menghentikan seorang perokok aktif adalah
sekaligus menyelamatkan lebih dari seorang perokok pasif. Usaha pencegahan
kanker lainnya adalah dengan menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat
(olahraga teratur, tidur cukup, hidup bebas stress serta pola makan sehat), dan
makan suplemen secara teratur dan juga
banyak mengkonsumsi makanan bergizi yang banyak mengandung antioksidan untuk
mencegah timbulnya sel kanker, karena antioksidan ini sangat
diperlukan tubuh untuk untuk mencegah kerusakan akibat serangan radikal bebas,
melalui perlindungan terhadap protein, sel, jaringan dan organ-organ tubuhserta
dapat mencegah penyakit jantung, mencegah berbagai jenis kanker, mencegah
kebutaan dan meningkatkan kekebalan tubuh.
2.2Object
Unsur object terdiri atas beberapa bagian yaitu:
2.2.1
Input
Input
dari masalah penyakit kanker paru-paru ini adalah menyelesaikan masalah
penyakit paru-paru kepada dokter special paru-paru secara langsung.
Sehingga dapat diatasi dengan cepat dan
tepat. Selain itu tersedianya dana apresiasi untuk orang-orang yang telah
berhasil terselamatkan dalam masalah penyakit kanker paru-paru khususnya dokter
yang bersangkutan. Selain itu adanya dana untuk perawatan penyakit paru-paru
dan dana untuk peralatan penyakit paru-paru tersebut.
2.2.2 Output
Output
dari masalah penyakit paru-paru ini adalah adanya himbauan untuk melakukan
pencegahan penyakit paru-paru tersebut dalam lingkungan masyarakat dan
lingkungan sekolah. Selain itu adanya program seminar dari organisasi tertentu
untuk memotifasi kepada masyarakat disekitarnya untuk memelihara kesehatan
mereka, serta adanya kampanye kesehatan paru-paru dengan membagikan brosur cara
menjaga kesehatan.
2.2.3 Activity
Activity dalam
masalah penyakit paru-paru ini adalah adanya tempat perencanaan/sasaran untuk melakukan
penyuluhan dikalangan masyarakat sekitarnya dan juga adanya tempat yang telah
disediakan untuk melakukan rapat dengan berbagai pihak( Kepala Desa,Rt,Rw)
sehingga proses penyuluhan dapat berjalan dengan lancar, serta memperoleh alat
yang dibutuhkan.
2.2.4 Outcome
Autcome dalam masalah penyakit kanker paru-paru ini adalah menyediakan
data rapat dalam acara penyuluhan penyakit kanker paru-paru, dan tersedianya
sistem pertanyaan yang disusun untuk melakukan survei pada nantinya.
2.2.5. Indicator, Means of Verification,
Monitoring
1)
Indicator
Indicator dalam penyakit paru-paru ini yaitu adanya daftar hadir peserta
untuk mengetahui berapa jumlah peserta yang hadir dalam acara tersebut. Selain itu adanya responsife yang berkisar 80%
dari peserta yang hadir ingin bertanya,
dan tercatatnya jumlah peserta yang hadir dari awal acara hingga berakhir yang
berkisar tidak kurang dari 50%.
2)
Means of Verification
Means of Verification yaitu :
·
Adanya sertifikat pembicara
·
Adanya piagam penghargaan
·
Adanya daftar hadir penyuluhan
·
Adanya surat keterangan ijin untuk pelaksanaan acara
tersebut
3)
Monitoring
Monitoringnya yaitu : adanya tempat persediaan melakukan survei tentang
penyakit paru-paru dan membuat data untuk mengetahui berapa banyak jumlah warga
dalam lingkungan tersebut yang tergolong penyakit kanker paru-paru. Sehingga
dapat diatasi dengan cepat. Selain itu mengajukan proposal terlebih dahulu
untuk mendapatkan persetujuan sebelum melakukan survei.
2.3 Matrix
|
Goal : kesadaran
masyarakat untuk mencegah dan memelihara kesehatan paru-paru.
|
Indicator : adanya
daftar hadir peserta untuk mengetahui berapa banyak jumlah peserta yang hadir,
|
Assumption :
Adanya cara
mengatasi penyakit kanker paru-paru tersebut
|
|
Purpose : untuk
meningkatkan konsultasi kepada dokter
spesialis paru-paru dan mengajak masyarakat untuk melakukan pencegahan
dan memelihara kesehatan masyarakat disekitarnya.
|
Indicator : adanya
responsife yang berkisar 80% dari peserta yang hadir ingin bertanya,
|
Assumption :
Meningkatkan konsultasi kepada dokter spesialis agar
lebih banyak mengetahui cara menjaga kesehatan mereka
|
|
Output : adanya
himbauan untuk melakukan pencegahan penyakit paru-paru, adanya program
seminar, adanya kampanye kesehatan paru-paru dengan memberikan brosur cara
menjaga kesehatan.
|
Indicator :
tercatatnya
jumlah peserta yang hadir dari awal acara hingga berakhir yang berkisar tidak
kurang dari 50%.
|
Assumption :
Adanya sikap peduli kepada masyarakat
dengan cara memberikan himbauan untuk
melakukan pencegahan dan memelihara kesehatan dalam kehidupan
sehari-hari.
|
|
Activing :
adanya tempat perencanaan/sasaran
untuk melakukan penyuluhan, adanya tempat yang disediakan untuk mengadakan
rapat, serta memperoleh alat yang dibutuhkan.
|
Input : menyelesaikan
masalah penyakit paru-paru kepada dokter special paru-paru secara langsung, tersedianya
dana apresiasi, adanya dana untuk perawatan penyakit paru-paru dan dana untuk
peralatannya.
|
Assumption :
Adanya sikap kesadaran dari diri masing-masing untuk
melakukan pencegahan penyakit tersebut setelah mengetahui akibat dari
penyakit tersebut.
|
BAB III
PENUTUP
2.4.1 Efek
Ø Efek Proyek Tidak dijalankan
Apabila proyek ini tidak dijalankan,
belum tentu masyarakat dapat mengetahui dampak-dampak buruk bagi kesehatan
mereka dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kehidupan mereka semakin tidak
terjamin untuk hidup sehat, contoh pola makan mereka sehari-hari tidak teliti
dalam mengkonsumsinya, yang akan mengakibatkan mereka mudah terserang penyakit
paru-paru tersebut.
Ø Efek Proyek Tidak
Berhasil
Apabila proyek ini tidak berhasil,
dapat disebabkan karena pandangan masyarakat yang belum bisa menerima tanggapan
mereka dalam penyuluhan tersebut dan
juga adanya pemikiran bahwa informasi tersebut tidak begitu penting bagi
mereka. Hal ini akan mengakibatkan mereka semakin mudah terserang penyakit
paru-paru tersebut.
Ø Jika Proyek
Berhasil
Apabila proyek ini
berhasil dilakukan, maka dapat berdampak jangka panjang sebagai berikut :
§ Lingkungan
masyarakat akan hidup sehat
§ Telah mengetahui
makanan apa saja yang baik dikonsumsi
§ Adanya kegiatan
gotong royong untuk kesehatan lingkungan mereka
§ Giat melakukan
cek-up kedokter untuk mengetahui kondisi mereka
§ Saling mengingatkan
dalam menjaga kesehatan
Daftar
Pustaka :
Aditama, T.Y. 1992. Polusi Udara Dan Kesehatan. ARCAN
Sumber
artikel: PPC Parkway Cancer Centre
Diananda, Rahma. 2007. Mengenal Seluk Beluk Kanker.
Kata Hati. Yogyakarta
Burhan E. 2004. Angka tahan hidup penderita kanker paru
jenis karsinoma bukan sel kecil yang layak dibedah. Tesis. Departemen
Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI, Jakarta
Jusuf A, Harryanto A, Syahruddin E, Endardjo S, Mudjiantoro
S, Sutantio N. 2005. Kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil. Pedoman Nasional
untuk diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia 2005. Ed. Jusuf A,
Syahruddin E. PDPI dan POI, Jakarta
Busroh, I. 1988. Peranan bedah dalam menanggulangi kanker
paru. Dalam: Pencegahan, diagnosis dini dan pengobatan penyakit kanker,
FKUI, Jakarta
Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. 2003. Kanker
Paru. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.
trimakasih gan... sangat bermanfaat banget
BalasHapussemoga semakin sukses....