Sabtu, 26 Oktober 2013

MAKALAH KANKER PARU-PARU

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
    
      Kanker merupakan masalah paling utama dalam bidang kedokteran dan merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian utama di dunia serta merupakan penyakit keganasan yang bisa mengakibatkan kematian pada penderitanya karena sel kanker merusak sel lain. Sel kanker adalah sel normal yang mengalami mutasi/perubahan genetik dan tumbuh tanpa terkoordinasi dengan sel-sel tubuh lain. Proses pembentukan kanker (karsinogenesis) merupakan kejadian somatik dan sejak lama diduga disebabkan karena akumulasi perubahan genetik dan epigenetik yang menyebabkan perubahan pengaturan normal kontrol molekuler perkembang biakan sel. Perubahan genetik tersebut dapat berupa aktivasi proto-onkogen dan inaktivasi gen penekan tumor yang dapat memicu tumorigenesis dan memperbesar progresinya. Kanker paru-paru berasal dari jaringan paru-paru, biasanya dari lapisan sel di saluran udara. Dua jenis utama kanker ini adalah kanker paru-paru sel kecil dan kanker paru-paru bukan sel kecil. Jenis kanker ini didiagnosis berdasarkan bentuk sel di bawah mikroskop. Lebih dari 80% dari semua kanker paru-paru termasuk dalam jenis kanker bukan sel kecil. Ada 3 subtipe utama dari kanker paru-paru bukan sel kecil, yaitu adenocarcinoma, carcinoma sel squamosa dan carcinoma sel besar.
     Kanker paru-paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru-paru, mencakup keganasan yang berasal dari paru-paru itu sendiri maupun keganasan dari luar paru-paru (metastasis tumor di paru-paru). Dalam pedoman penatalaksanaan ini yang dimaksud dengan kanker paru ialah kanker paru primer, yakni tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus atau karsinoma bronkus (bronchogenic carcinoma).
     Pengobatan atau penatalaksaan penyakit ini sangat bergantung pada kecekatan ahli paru untuk mendapatkan diagnosis pasti. Penemuan kanker paru pada stadium dini akan sangat membantu penderita, dan penemuan diagnosis dalam waktu yang lebih cepat memungkinkan penderita memperoleh kualitas hidup yang lebih baik dalam perjalanan penyakitnya meskipun tidak dapat menyembuhkannya.
     Penderita kanker paru yang mengetahui dirinya mengidap kanker dapat menjadi stres dan merasa ia cepat mati dalam keadaan yang menyedihkan, ia juga merasa dirinya tidak berguna lagi untuk hidup yang hanya memberatkan beban keluarganya.Depresi mental yang dihadapi penderita kanker dan juga keluarganya umumnya disebabkan kurang pengertiannya terhadap kanker atau karena salah persepsi akan penyakit kanker paru itu. Untuk mengatasi depresi mental itu, perlu penderita dan keluarganya diberi bimbingan mental dan penyuluhan tentang penyakit kanker itu.


1.2 Pernyataan Masalah ( Problem Statement)

            Kanker paru-paru adalah salah satu jenis penyakit paru-paru yang memerlukan penanganan dan tindakan yang cepat dan terarah. Penegakan diagnosis penyakit ini membutuhkan ketrampilan dan sarana yang tidak sederhana dan memerlukan pendekatan multidisiplin kedokteran. Penyakit ini membutuhkan kerja sama yang erat dan terpadu antara ahli paru dengan ahli radiologi diagnostik, ahli patologi anatomi, ahli radiologi terapi dan ahli bedah toraks, ahli rehabilitasi medik dan ahli-ahli lainnya.



PROBLEM ANALISIS
 

Tingginya angka seseorang yang terkena penyakit kanker paru-paru
Kurangnya konsultasi/cek-up kepada dokter spesialis secara rutin
 


                                                                                   
 



Sifat malas dalam berolahraga
Akibat polusi  udara dan mengkonsumsi rokok
Standar keuangan yang tidak mampu
Menganggap tidak penting hal tersebut/hanya membuang waktu.
 

sSS
Kurangnya sifat perilaku/tindakan untuk mencegah penyakit tersebut
                     

Kepedulian pemerintah yang kurang terhadap kesehatan   masyarakat
Kurangnya  perhatian orang tua untuk menjaga  paru-paru  
Kurangnya kesadaran lingkungan masyarakat di sekitarnya 
Kurangnya Pengetahuan orang tua untuk menjaga kesehatan anak-anak mereka.  
Kurangnya sifat simpatik dan  himbauan untuk menjaga kesehatan
Pemerintah tak ingin ikut campur dalam masalah tersebut.
 










1.2.2.  Objective Analysis
Pemerintah tidak ikut untuk berpartisipasi dalam pemeliharaan kesehatan  menjaga paru-paru
Pemerintah kurang memperhatikan masalah-masalah tentang penyakit paru-paru  
Kesadaran orangtua untuk menjaga kesehatan paru-paru
Pengetahuan orangtua untuk menjaga kesehatan paru-paru mereka dan anak-anak mereka
Kurangnya konsultasi/cek-up kepada dokter spesialis secara rutin

Konsultasi/cek-up kepada dokter spesialis paru-paru  semakin menurun

Faktor ekonomi yang tidak mampu

Lebih mementingkan pekerjaan  dengan penuh kesibukan
Tergerak untuk melakukan tindakan pencegahan  pemeliharaan penyakit paru-paru
Teliti dalam mengkonsumsi makanan
Rajin mekakukan olahraga pagi dan sore hari
Kesadaran lingkungan masyarakat dan bimbingan disekolah untuk melakukan pencegahan  serta pemeliharaan penyakit tersebut
Adanya  inisiatif dari lingkungan masyarakat dan sekolah untuk menjaga kesehatan mereka   
 




















                                                                                   







1.2.3.  Alternative Analysis
Adanya program gratis dari pemerintah untuk melakukan tindakan pencegahan/pemeliharaan kesehatan
Tindakan konsultasi/cek-up kepada dokter spesialis paru-paru semakin meningkat
Kesadaran lingkungan masyarakat dan bimbingan disekolah untuk melakukan pencegahan  serta pemeliharaan penyakit tersebut

Adanya  inisiatif dari lingkungan masyarakat dan sekolah untuk menjaga kesehatan mereka   

Rajin mekakukan olahraga pagi dan sore hari

Teliti dalam mengkonsumsi makanan

Adanya layanan secara gratis bagi orang tak mampu(askes)
Orangtua dan anak sadar pentingnya menjaga kesehatan dengan melakukan konsul itu sangat penting
Kesadaran orangtua untuk menjaga kesehatan paru-paru

Pengetahuan orangtua untuk menjaga kesehatan paru-paru mereka dan anak-anak mereka

Kesadaran pemerintah akan peduli dengan masyarakat untuk melakukan pencegahan dan pemeliharaan kesehatan
Konsultasi/cek-up kepada dokter spesialis paru-paru  semakin menurun

 




























1.1   Tujuan
Sesuai dengan permasalahan di atas, tujuan yang dicapai dalam penelitian adalah:
    1. Bagaimana cara meningkatkan kesehatan masyarakat
    2. Mengetahui jenis-jenis kanker paru-paru pada manusia.
    3. Mengetahui sebab-akibat penyakit kanker paru-paru.
·         Dengan mempelajari penyakit kanker paru-paru, kita dapat mengenal hal-hal    sebagai berikut:
Penyebab utama dalam kanker paru-paru adalah asap rokok yang mengandung banyak zat beracun dan dihisap masuk ke paru-paru dan telah terakumulasi selama puluhan tahun menyebabkan mutasi pada sel saluran napas dan menyebabkan terjadinya sel kanker. Kini kasus kanker paru-paru pada pria dan wanita berkisar 70% . Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar risiko untuk menderita kanker paru-paru.Penyebab lain adalah radiasi radio aktif, bahan kimia beracun, stres atau faktor keturunan. Penyebab lain adalah radiasi radio aktif, bahan kimia beracun, stres atau faktor keturunan.
               Penyakit kanker juga bisa menyebabkan bunyi mengi karena terjadi penyempitan saluran udara di dalam atau di sekitar tempat tumbuhnya kanker. Gejala yang timbul kemudian adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan dan kelemahan. Kanker paru-paru seringkali menyebabkan penimbunan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura), sehingga penderita mengalami sesak nafas. Jika kanker menyebar di dalam paru-paru, bisa terjadi sesak nafas yang hebat, kadar oksigen darah yang rendah dan gagal jantung.
              Selain itu kanker juga bisa tumbuh ke dalam saraf tertentu di leher, menyebabkan terjadinya sindroma Horner, yang terdiri dari:
- penutupan kelopak mata
- pupil yang kecil
- mata cekung
- berkurangnya keringat di salah satu sisi wajah.
             Kanker di puncak paru-paru bisa tumbuh ke dalam saraf yang menuju ke lengan sehingga lengan terasa nyeri, mati rasa dan lemah. Kerusakan juga bisa terjadi pada saraf pita suara sehingga suara penderita menjadi serak. Kanker paru-paru juga bisa menyebar melalui aliran darah menuju ke hati, otak, kelenjar adrenal dan tulang. Hal ini bisa terjadi pada stadium awal, terutama pada karsinoma sel kecil. Gejalanya berupa gagal hati, kebingungan, kejang dan nyeri tulang; yang bisa timbul sebelum terjadinya berbagai kelainan paru-paru, sehingga diagnosis dini sulit ditegakkan.
             

BAB II
 Kajian Teori
·     Kanker Paru-paru
            Penyakit kanker paru-paru adalah sebuah bentuk perkembangan sel yang sangat cepat (abnormal) didalam jaringan paru yang disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan sell atau ekspansi dari sell itu sendiri. Jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak.Penyakit kanker paru-paru adalah sebuah bentuk perkembangan sell yang sangat cepat (abnormal) didalam jaringan paru yang disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan sell atau ekspansi dari sell itu sendiri. Jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak. Penyakit Kanker Paru-paru tergolong dalam penyakit kanker yang mematikan, baik bagi pria maupun wanita. Dibandingkan dengan jenis penyakit kanker lainnya, seperti kanker prostat, kanker usus, dan kanker payudara. Kadang kanker paru-paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis. Kanker paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru, mencakup keganasan yang berasal dari paru sendiri (primer) dan metastasis tumor di paru. Metastasis tumor di paru adalah tumor yang tumbuh sebagai akibat  penyebaran (metastasis) dari tumor primer organ lain.  Definisi khusus untuk  kanker paru primer yakni tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus. Meskipun jarang dapat ditemukan kanker paru primer yang bukan berasal dari epitel bronkus misalnya bronchial gland tumor. Tumor paru jinak yang sering adalah hamartoma.
·      Jenis-Jenis Kanker Paru
Ada dua jenis utama kanker paru, yang berperilaku berbeda dan memerlukan penanganan berbeda. Mereka adalah:
- Non Small Cell Lung Cancer (NSCLC), terbagi lagi :
1.      Karsinoma squamosa: jenis ini adalah jenis kanker paru paling umum. Hal ini berkembang dalam sel yang menggarisi saluran udara. Jenis kanker ini seringkali disebabkan karena rokok.
2.      Adenokarsinoma: jenis ini berkembang dari sel-sel yang memproduksi lendir (dahak) pada permukaan saluran udara (airways). Jenis kanker ini lebih umum.
3.      Karsinoma sel besar: Bentuk sel kanker ini dibawah mikroskop sesuai namanya: sel sel bundar besar. Sering disebut juga undifferentiated carcinoma. Faktor Resiko Kanker Paru, meliputi:
·  Laki-laki
·  Usia lebih dari 40 tahun
·  Pengguna tembakau (perokok putih, kretek atau cerutu)
·  Hidup dalam lingkungan asap tembakau (perokok pasif), radon dan asbes

· Gejala Kanker Paru
                        Seseorang yang termasuk golongan risiko tinggi (GRT) jika mempunyai keluhan napas seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis paru.
Tanda dan gejala kanker paru membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat diketahui dan seringkali dikacaukan dengan gejala sakit pada umumnya.
1.    Sesak nafas
2.    Batuk yang tidak kunjung sembuh (lebih dari 2 minggu)
3.    Bunyi menciut-ciut saat bernafas pada bukan penderita asma
4.    Batuk berdarah
5.    Perubahan warna pada dahak dan meningkatnya jumlah dahak
6.    Perubahan suara (menjadi serak) atau suara kasar saat bernafas
7.    Kelelahan kronis dan penurunan berat badan secara drastic
8.    Bengkak pada leher dan wajah
9.    Nyeri saat menarik nafas dalam-dalam
·     Pengobatan Kanker Paru
                        Pengobatan kanker paru-paru biasanya mempertimbangkan aspek riwayat pasien, stadium kanker, serta kondisi kesehatan umum pasien.
·      Pembedahan untuk Kanker Paru
                        Pembedahan dalam kanker paru-paru adalah tindakan pengangkatan jaringan tumor dan kelenjar getah bening di sekitarnya. Beberapa jenis pembedahan yang mungkin digunakan untuk mengobati NSCLC, antara lain:
- Pneumonectomy: seluruh paru-paru (kiri atau kanan) diangkat pada operasi ini
- Lobektomi: lobus paru-paru diangkat dalam operasi ini
- Segmentectomy atau reseksi baji: bagian dari suatu lobus diangkat dalam operasi ini
·      Ilustrasi pembedahan paru-paru (ada 3 ilustrasi)



Tindakan pembedahan memiliki angka kegagalan (death rate) sekitar 4,4% yang tergantung juga pada fungsi paru-paru pasien dan risiko lainnya.
Kadang pada kasus kanker paru stadium lanjut dimana banyaknya cairan terkumpul pada rongga dada (pleural effusion), dokter perlu membuat suatu lubang kecil pada dada untuk mengeluarkan cairan. Efek samping pembedahan yang mungkin timbul sesudah operasi, antara lain bronchitis kronis (terutama pada mantan perokok aktif).








2.1Hasil yang diharapkan

            Dari pembahasan penyakit kanker paru-paru ini, semoga akan timbul kesadaran untuk memelihara kesehatan masing-masing,agar tidak mudah terkena penyakit tersebut serta berupaya untuk memberikan kondisi pada masyarakat yang memungkinkan penyakit kanker paru tidak dapat berkembang karena tidak adanya peluang dan dukungan dari kebiasaan, gaya hidup maupun kondisi lain yang merupakan faktor resiko untuk munculnya penyakit kanker paru. Misalnya : menciptakan prakondisi dimana masyarakat merasa bahwa merokok itu merupakan status kebiasaan yang tidak baik dan masyarakat mampu bersikap positif untuk tidak merokok. Dengan dasar penemuan di atas adalah wajar bahwa pencegahan utama kanker paru-paru berupa upaya memberantas kebiasaan merokok. Menghentikan seorang perokok aktif adalah sekaligus menyelamatkan lebih dari seorang perokok pasif. Usaha pencegahan kanker lainnya adalah dengan menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat (olahraga teratur, tidur cukup, hidup bebas stress serta pola makan sehat), dan makan suplemen secara teratur dan juga banyak mengkonsumsi makanan bergizi yang banyak mengandung antioksidan untuk mencegah timbulnya sel kanker, karena antioksidan ini sangat diperlukan tubuh untuk untuk mencegah kerusakan akibat serangan radikal bebas, melalui perlindungan terhadap protein, sel, jaringan dan organ-organ tubuhserta dapat mencegah penyakit jantung, mencegah berbagai jenis kanker, mencegah kebutaan dan meningkatkan kekebalan tubuh.  
2.2Object
Unsur object terdiri atas beberapa bagian yaitu:
2.2.1    Input
         Input dari masalah penyakit kanker paru-paru ini adalah menyelesaikan masalah penyakit paru-paru kepada dokter special paru-paru secara langsung. Sehingga  dapat diatasi dengan cepat dan tepat. Selain itu tersedianya dana apresiasi untuk orang-orang yang telah berhasil terselamatkan dalam masalah penyakit kanker paru-paru khususnya dokter yang bersangkutan. Selain itu adanya dana untuk perawatan penyakit paru-paru dan dana untuk peralatan penyakit paru-paru tersebut.
2.2.2  Output
         Output dari masalah penyakit paru-paru ini adalah adanya himbauan untuk melakukan pencegahan penyakit paru-paru tersebut dalam lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah. Selain itu adanya program seminar dari organisasi tertentu untuk memotifasi kepada masyarakat disekitarnya untuk memelihara kesehatan mereka, serta adanya kampanye kesehatan paru-paru dengan membagikan brosur cara menjaga kesehatan.
2.2.3 Activity
Activity dalam masalah penyakit paru-paru ini adalah adanya  tempat perencanaan/sasaran untuk melakukan penyuluhan dikalangan masyarakat sekitarnya dan juga adanya tempat yang telah disediakan untuk melakukan rapat dengan berbagai pihak( Kepala Desa,Rt,Rw) sehingga proses penyuluhan dapat berjalan dengan lancar, serta memperoleh alat yang dibutuhkan.
2.2.4 Outcome
           Autcome dalam masalah penyakit kanker paru-paru ini adalah menyediakan data rapat dalam acara penyuluhan penyakit kanker paru-paru, dan tersedianya sistem pertanyaan yang disusun untuk melakukan survei pada nantinya.   
2.2.5. Indicator, Means of Verification, Monitoring
1)    Indicator
           Indicator dalam penyakit paru-paru ini yaitu adanya daftar hadir peserta untuk mengetahui berapa jumlah peserta yang hadir dalam acara tersebut.  Selain itu adanya responsife yang berkisar 80% dari peserta yang hadir  ingin bertanya, dan tercatatnya jumlah peserta yang hadir dari awal acara hingga berakhir yang berkisar tidak kurang dari 50%.   
2)    Means of Verification
Means of Verification yaitu :
·        Adanya sertifikat pembicara
·        Adanya piagam penghargaan
·        Adanya daftar hadir penyuluhan
·        Adanya surat keterangan ijin untuk pelaksanaan acara tersebut
3)    Monitoring
            Monitoringnya yaitu : adanya tempat persediaan melakukan survei tentang penyakit paru-paru dan membuat data untuk mengetahui berapa banyak jumlah warga dalam lingkungan tersebut yang tergolong penyakit kanker paru-paru. Sehingga dapat diatasi dengan cepat. Selain itu mengajukan proposal terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan sebelum melakukan survei.  
     2.3 Matrix

Goal : kesadaran masyarakat untuk mencegah dan memelihara kesehatan paru-paru. 
Indicator : adanya daftar hadir peserta untuk mengetahui berapa banyak  jumlah peserta yang hadir,
Assumption :
Adanya  cara mengatasi penyakit kanker paru-paru tersebut
Purpose : untuk meningkatkan konsultasi kepada dokter  spesialis paru-paru dan mengajak masyarakat untuk melakukan pencegahan dan memelihara kesehatan masyarakat disekitarnya. 
Indicator : adanya responsife yang berkisar 80% dari peserta yang hadir  ingin bertanya,
Assumption :
Meningkatkan konsultasi kepada dokter spesialis agar lebih banyak mengetahui cara menjaga kesehatan mereka
Output : adanya himbauan untuk melakukan pencegahan penyakit paru-paru, adanya program seminar, adanya kampanye kesehatan paru-paru dengan memberikan brosur cara menjaga kesehatan.
Indicator :
tercatatnya jumlah peserta yang hadir dari awal acara hingga berakhir yang berkisar tidak kurang dari 50%.   

Assumption :
Adanya sikap peduli kepada  masyarakat  dengan cara memberikan himbauan untuk  melakukan pencegahan dan memelihara kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
Activing : adanya  tempat perencanaan/sasaran untuk melakukan penyuluhan, adanya tempat yang disediakan untuk mengadakan rapat, serta memperoleh alat yang dibutuhkan.
Input : menyelesaikan masalah penyakit paru-paru kepada dokter special paru-paru secara langsung, tersedianya dana apresiasi, adanya dana untuk perawatan penyakit paru-paru dan dana untuk peralatannya.
Assumption :
Adanya sikap kesadaran dari diri masing-masing untuk melakukan pencegahan penyakit tersebut setelah mengetahui akibat dari penyakit tersebut


BAB III
PENUTUP

2.4.1 Efek
Ø Efek  Proyek Tidak dijalankan
           Apabila proyek ini tidak dijalankan, belum tentu masyarakat dapat mengetahui dampak-dampak buruk bagi kesehatan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kehidupan mereka semakin tidak terjamin untuk hidup sehat, contoh pola makan mereka sehari-hari tidak teliti dalam mengkonsumsinya, yang akan mengakibatkan mereka mudah terserang penyakit paru-paru tersebut.       
Ø Efek Proyek Tidak Berhasil
          Apabila proyek ini tidak berhasil, dapat disebabkan karena pandangan masyarakat yang belum bisa menerima tanggapan mereka dalam penyuluhan tersebut  dan juga adanya pemikiran bahwa informasi tersebut tidak begitu penting bagi mereka. Hal ini akan mengakibatkan mereka semakin mudah terserang penyakit paru-paru tersebut.   
Ø Jika Proyek Berhasil
Apabila proyek ini berhasil dilakukan, maka dapat berdampak jangka panjang sebagai berikut :
§  Lingkungan masyarakat akan hidup sehat
§  Telah mengetahui makanan apa saja yang baik dikonsumsi
§  Adanya kegiatan gotong royong untuk kesehatan lingkungan mereka
§  Giat melakukan cek-up kedokter untuk mengetahui kondisi mereka
§  Saling mengingatkan dalam menjaga kesehatan  






Daftar Pustaka :
Aditama, T.Y. 1992. Polusi Udara Dan Kesehatan. ARCAN
Sumber artikel: PPC Parkway Cancer Centre
Diananda, Rahma. 2007. Mengenal Seluk Beluk Kanker. Kata Hati. Yogyakarta
Burhan E. 2004. Angka tahan hidup penderita kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil yang layak dibedah. Tesis. Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI, Jakarta
Jusuf A, Harryanto A, Syahruddin E, Endardjo S, Mudjiantoro S, Sutantio N. 2005. Kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil. Pedoman Nasional untuk diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia 2005. Ed. Jusuf A, Syahruddin E. PDPI dan POI, Jakarta
Busroh, I. 1988. Peranan bedah dalam menanggulangi kanker paru. Dalam: Pencegahan, diagnosis dini dan pengobatan penyakit kanker, FKUI, Jakarta

Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. 2003. Kanker Paru. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

1 komentar: