Minggu, 27 Oktober 2013

ANEMIA

ANEMIA

Dikenal sebagai “kurang darah”. Adalah suatu keadaan dimana jumlah Hemoglobin dalam darah kurang dari normal. Zat ini dibuat di dalam sel darah merah, sehingga Anemia dapat terjadi baik karena sel darah merah mengandung terlalu sedikit hemoglobin maupun karena jumlah sel darah yang tidak cukup.

Sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan-jaringan dan mengangkut Karbondioksida dari jaringan-jaringan ke paru-paru. Setiap keadaan yang mengurangi kemampuan membawa oksigen dari sel-sel darah merah akan mengurangi pemasokan oksigen ke jaringan-jaringan termasuk otak dan otot. Gejala akan mencakup kelesuan, konsentrasi yang buruk dan lemas.

Apakah kurang darah(anemia) sama dengan darah rendah?

• Tekanan darah rendah adalah kurangnya kemampuan otot jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan kurangnya aliran
darah yang sampai ke otak dan bagian tubuh lainnya.
JADI KURANG DARAH DAN DARAH RENDAH TIDAK SAMA

Batasan Anemia (menurut DEPKES RI)
Ibu Menyusui > 3 12 gram %
Ibu Hamil 11 gram %
Laki-laki dewasa 13 gram %
Wanita dewasa 12 gram %
Anak Usia Sekolah 12 gram %
Anak Balita 11 gram %

Batas Normal Hemoglobin
Kelompok
Ringan (mild) < 10 %
Sedang (moderate) 10 – 39,9 %
Gawat (severe) > 40 %

Prevalensi dalam suatu populasi
Kriteria Epidemiologi kegawatan Anemia WHo menetapkan kriteria sbb :
Klasifikasi Anemia
A. Anemia Defisiensi
Karena kekurangan (defisiensi) zat gizi tertentu

B. Anemia Aplastik
Kekurangan produksi sel darah merah. Hal ini bisa terjadi bila sumsum tulang
berhenti bekerja sehingga tidak cukup sel darah merah yang dibentuk

C. Anemia Hemoragik
Karena pengeluaran darah dari tubuh lewat Pendarahan

D. Anemia Hemolitik
Karena penghancuran (destruksi) sel darah merah di dalam tubuh

ANEMIA DEFISIENSI
1. Anemia Gizi Besi
Anemia karena kekurangan zat besi di dalam tubuh
2. Anemia Megaloblastik
Anemia karena kekurangan asam folat
3. Anemia karena kekurangan zat gizi mikro
lain (Vit B12, mineral)

ANEMIA GIZI BESI
Tanda-Tanda
• Pucat, yang dapat dikenal dari penampakan di bibir, jari dan kuku, telapak tangan dan mata lesu

• Denyut jantung cepat
• Kurang tenaga ( mudah lelah )
• Mudah mengantuk
• Kadang-kadang pusing
• Dalam tubuh, zat besi sebagian besarterdapat dalam darah sebagai bagian
dari protein yang bernama :
Hemoglobin (Hb) di sel-sel darahberfungsi mengangkut oksigen dari
paru-paru ke seluruh sel tubuh.
Mioglobin di sel-sel otot berfungsimengangkut dan menyimpan oksigen
untuk sel-sel otot

METABOLISME BESI
Masukan zat besi setiap hari diperlukan untuk mengganti zat besi yang hilang melalui tinja, air kencing dan kulit. Kehilangan ini kira-kira 0,5 –1,0 mg perhari. Selain itu pada wanita adanya kehilangan karena menstruasi. Kehilangan karena menstruasi rata-rata dari bulan ke bulan merupakan kehilangan zat besi harian kira-kira 1,0 mg atau rata-rata kira-kira 28 mg setiap bulan.

Kebutuhan besi sehari (usia 16-49 tahun)
- Laki-laki : 13 mg/hari
- Wanita : 26 mg/hari (WNPG: 2004)

Ada 2 jenis zat besi yang berbeda dalam makanan, yaitu zat besi yang berasal dari Hewani dan Nabati.

1.Zat Besi Hewani
• Merupakan penyusun Hemoglobin danMioglobin. Terkandung dalam : daging,
ikan, unggas serta hasil olahan darah.
2. Zat Besi Nabati
Terkandung dalam makanan nabati: sayur-sayuran yang berwarna hijau tua
• Penyerapan zat besi terjadi di lambung danusus bagian atas yang masih bersuasana asam
• Banyaknya zat besi yang dapat diseraptubuh tergantung pada tingkat absorpsi
Tingkat absorpsi zat besi tergantung
pada :
–Zat besi dalam makanan
- Zat aktif pemicu dan penghambatpenyerapan
–Taraf gizi besi seseorang
Zat besi dalam makanan
• Absorpsi zat besi nabati lebih rendah yaitu 2–10 %.
• Zat besi Hewani dalam keadaan normal absorpsi 20-30 % dan pada penderita anemia 40-50%
• Oleh karena zat besi non hem adalah merupakan sumber terbesar dalam pola
hidangan kita sehari-hari maka perlu diperhatikan hal-hal yang dapat menambah
penyerapannya :

Zat aktif yang memacu
(enchancers) penyerapan zat besi
• Vitamin C,
• asam sitrat (pepaya, jambu biji, pisang, mangga, jeruk, apel, nanas)
• asam malat dan asam tartarat (wortel, kentang, brokoli, tomat, kobis, labu kuning
• asam amino cistein (daging sapi, kambing, babi, ayam, hati, ikan)
Suatu hidangan yang mengandung salah satu atau lebih dari jenis makanan tadi akan membantu OPTIMALISASI PENYERAPAN ZAT BESI

Zat AKTIF PENGHAMBAT (Inhibitors) penyerapan zat besi
• Biasanya berasal dari tumbuhan yang mengandung zat aktif fitat dan polipenol
• Fitat : selaput luar beras (dedak ataukatul), beras, jagung, protein kedelai,
susu coklat, kacang-kacangan
• Polipenol : Teh, kopi, bumbu oregano, kacangkacangan.
• Zat kapur (kalsium) dan pospat keju dan susu juga merupakan zat aktif penghambat penyerapan zat besi
Oleh karena zat besi nabati adalahmerupakan sumber terbesar dalam pola
hidangan kita sehari-hari maka perludiperhatikan hal-hal yang dapat menambah
penyerapannya :

• Memasukkan makanan yang mengandungvitamin C pada setiap hidangan
• Memasukkan sejumlah kecil daging , atau daging ikan dalam hidangan
• Menghindari minum teh atau minum kopidalam makanan, karena dapat menghambat penyerapannya.

Taraf Gizi Besi
• Makin tinggi kebutuhan akan zat besi,misalnya pada kehamilan, penderita anemia atau pada masa pertumbuhan maka makin besar tingkat absorbsinya.

UPAYA PENANGGULANGAN
ANEMIA GIZI BESI
1. Suplementasi
2. Fortifikasi
3. Membatasi pembuangan zat besi dari
tubuh secara patologis
4. Penyuluhan
• Tablet tambah darah :tablet zat besi yang mengandung 200 mg Ferro Sulfat
atau 60 mg besi elementer dan 0,25 mg asam folat
• Karena luasnya penyebaran dan prevalensi anemia yangbervariasi

• Tujuan pemberian suplementasi :
1. Pada daerah prevalensi tinggi, penderita anemia berat suplementasi utk pengobatan terutama golongan rawan
2. Pada daerah prevalensi tidak tinggi tetapi situasinya memungkinkan terjadi anemia akibat faktor lain (investasi parasit atau penyakit infeksi) suplementasi utk pencegahan terutama gol rawan

Pemberian Suplementasi tablet besi
Tablet Besi
SUPLEMENTASI Tablet Tambah Darah
1 tablet/ hari minimal 90 hari
1 tablet/minggu
1 tablet/hari
menstruasi
1 tablet/Hari
40 hari masa nifas

TTD : 200 mg Ferous Sulfat (60 mg besi elemental & 0,25 mg
as.folat
• Merupakan cara terbaik untuk pencegahan terutama bagi bayi dan anak
• Pada makanan yang mengandung zatbesi rendah
• Contoh pada tepung terigu dan garam Fortifikasi bahan makanan dengan zat besi
• Beberapa penyakit termasuk cacing akan memperbanyak pengeluaran zat
besi dari tubuh dan menghambat penyerapan besi dari makanan. Membatasi pembuangan zat besi dari tubuhsecara patologis
• Ditujukan untuk peningkatan mutu makanan sehari-hari termasuk konsumsi
zat besi
• Pemberian ASI kandungan protein
ASI membantu penyerapan zat besi dandapat mencegah terjadinya anemia

Program penyuluhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar